Hubungan Efek Doppler, Galaksi dan Matahari

Efek doppler adalah gejala umum pada gelombang. Pada gelombang bunyi, bila pengamat bergerak mendekati atau menjauhi suatu sumber bunyi maka aka nada perbedaan frekuensi yang didengar oleh pengamat disbanding dengan frekuensi pendengarnya. Demikian juga bila sumber bunyi bergerak memjauhi atau mendekati seseorang pengamat maka aka nada perbedaan frekuensi yang didengar oleh pengamat. Dalam hal ini, ada pengaruh gerak relative sumber atau pengamat terhadap besar frekuensi yang didengar oleeh seseorang pengamat.

Dalam hal ini, kita menganggap suatu sumber bergerak relative terhadap penerima dengan kecepatan v. Jika frekuensi sumber fo maka hubungan antara frekuensi yang diamati oleh penerima dan frekuensi sumber dapat dituliskan dalam bentuk:

picture4 ,untuk gerak saling mendekat


picture5

,untuk gerak saling menjauh

Dengan:

v = kecepatan sumber cahaya ( m/s )

fo = frekuensi yang dipancarkan oleh sumber (Hz)

f = frekuensi yang diterima atau diamati (Hz)

..

c= kecepatan cahaya( 3 X 108 m/s)


c = f λ dan c = fo λo


Dengan:

λ = panjang gelombang yang teramati (m)

λo = panjang gelombang sumber cahaya (m)


Bagaimana dengan panjang gelombangnya??? Oleh karena panjang gelombang berbanding terbalik dengan frekuensi maka panjan gelombang akan semakin kecil bila frekuensi semakin besar dan sebaliknya . Efek Doppler tidak hanya berlaku pada gelombang bunyi, tetapi berlaku untuk semua jenis gelombang termasuk gelombang cahaya atau gelombang elegtromagnetik. Untuk gelombang elegtromagnetik atau gelombang cahaya, efek Doppler baru baru akan tampak pada laju gerak sumber atau pengamat sangat besar. Gejala efek Doppler untuk cahaya sangat penting artinya dalam bidang astronomi.

Para ahli astronomi telah lama mengamati adanya pergeseran letak warna spectrum pada bintang-bintang dan galaksi. Bila dibandingkan dengan spectrum-spektrum yang ada di bumi, spectrum-spektrum benda angkasa bergeser sedikit kearah warna cahaya merah. Ini berarti bahwa panjang gelombang sinar-sinar itu bertambah panjang. Dari kenyataan ini dapat disimpulkan bahwa benda-benda angkasa bergerak dengan laju yang besar menjauhi bumi. Dari kenyataan ini pula dismpulkan bahwa alam semesta mengembang, bintang- bintang dan galaksi- galaksi bergerak saling menjauh.

Pengaruh gerak pengamat terhadap panjang gelombang cahaya dapat dilihat dalam kehidupan sehari- hari. Contohnya saat matahari terbit dan terbenam, dari kejauhan akan terlihat berwarnya merah (memancarkan sinar merah). Melalui efek Doppler pada cahaya, orang menyimpulkan bahwa matahari berputar pada suatu poros. Melalui pengamatan terhadap spectrum mununjukkan bahwa pada satu sisi matahari, garis- garis spectrum permukaan matahari mengalami pergeseran kearah merah. Ini berarti sisi itu menjauhi bumi, pada sisi berlawanan spectrum bergeser kea rah biru. Artinya sisi ini bergerak mendekati bumi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa matahari berputar pada suatu poros.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>